Ingin kubangunkan kau sebuah gunung
Agar ketika hatimu berkecamuk
Kau dapat menyepi kesana mencari tentram
Ingin kutangkap dan kukotakkan sepuluh kupu
Agar kala sedih tiba
Kau dapat membuka kotak itu untuk memberimu riang.
Ingin kugapai dan kuberi kau seratus pelangi,
Agar di tengah badai mengamuk
Aku dapat bersamamu mengusir sedih
Ingin kupetik dan kuberi kau seribu mawar
Agar kala kemarau dating menyengat
Aku dapat bersamamu menebar senyum
Hatiku ruah dengan semangat membumbung
Untuk menyentuh hatimu
Dan membuatnya girang
Dengan sejuta angan-angan
Aku berikan diriku
Agar kau dapat mengejar mimpi riang
Aku sadar sahabat, diriku terbatas,
Aku sedang belajar
Menggapai pelangi,
Menanam mawar,
Mengejar kupu
Membangun gunung
Tapi, sementara aku belajar
melakukan semua itu,
Mari kau pegang tanganku erat
Sandarkanlah dirimu di bahuku
Karena aku sahabatmu.
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
18 January 2009
16 January 2009
Untuk Ibu
Untukmu Ibu
Aku sering mencubit pipimu
Saat marah kecilmu menuntunku
Agar kau tersenyum
Lalu aku menciummu
Aku sering terdiam
Saat kau cerita kegundahanmu
Karena tak mampu aku menjawab
Lalu aku hanya memelukmu
Kau usap kepala anak-anakmu dengan doa-doa
Kau usap nurani anak-anakmu dengan tetesan air mata
Kau usap jiwa anak-anakmu dengan surga ditelapak kakimu
Kasihmu seluas lautan biru
Sayangmu sepagi tetesan embun
Kasih sayangmu segemerlap hamparan bintang
......................................................................
Ibuuu….kukan selalu merindumu
Terima kasih ibu
Do’a ku untukmu selalu
Aku sering mencubit pipimu
Saat marah kecilmu menuntunku
Agar kau tersenyum
Lalu aku menciummu
Aku sering terdiam
Saat kau cerita kegundahanmu
Karena tak mampu aku menjawab
Lalu aku hanya memelukmu
Kau usap kepala anak-anakmu dengan doa-doa
Kau usap nurani anak-anakmu dengan tetesan air mata
Kau usap jiwa anak-anakmu dengan surga ditelapak kakimu
Kasihmu seluas lautan biru
Sayangmu sepagi tetesan embun
Kasih sayangmu segemerlap hamparan bintang
......................................................................
Ibuuu….kukan selalu merindumu
Terima kasih ibu
Do’a ku untukmu selalu
Tangis Ku
Bibir ini sering berucap, untuk banyak yang sia-sia
Mata ini banyak memandang, hanya untuk kepuasan semu
Dan telinga ini sering dipakai, sekedar untuk menghibur diri
Lalu hati dan juga isi kepala, terlalu sering menentang kebenaran
Tidakkah kita tak menangis
Tidakkah kita tak mencucurkan air mata
Ternyata hidup ini terlalu banyak ber-ulah
Dari kenyataan hanya sebagai hamba Yang Maha Kuasa
Terlalu banyak untuk hari ini
Dan tak terhitung untuk minggu ini
Dan begitu tak terhingga untuk seumur hidup ini
Dosa dan dosa. Maksiat dan maksiat
Yang belum kita bersihkan
Yang belum sempat kita mohon ampunkan
Menangislah untuk penyesalan yang tak berniat terulang
Cucurkanlah airmata untuk taubat menuju kebahagian abadi
YA ALLAH, AMPUNILAH HAMBAMU INI
Ha…haaa…tertawa lepas menggelegar
Senyum kebahagian sering tercipta disudut bibir
Tiap pagi sarapan lalu terbang menggapai harapan
Makan siang semua restoran dijelajah sambil bersenda gurau
Makan malam sudah dipesan dari siang hari
Tidur nyenyak, mandi air hangat
Baju rapi, harum, dan gigipun gak pernah sakit gigi
Sepatu mengkilat, kendaraan ada dan ruang kerja sejuk ber-AC
Tiket pesawat menumpuk bekas tour dari Negara ke Negara, dari pulau ke pulau
Badan sehat, jantung sehat, ginjal normal, tekanan darah baik
Buang air kecil dan air besar lancar, nafaspun lega tidak sesak
Begitu nikmat hidup ini, sungguh indah hidup ini
Bersyukurlah, Menangislah untuk rasa syukur Kepada-Nya
Cucurkan airmata, tak ada detik yg terlewat tampa nikmat karunia-Nya
Ya ALLAH,
Tak mampu hamba-MU ini mensyukuri setiap nikmat yang KAU berikan
Tak mampu hamba-MU ini sujud syukur atas segala nikmat karunia-MU
Mengapa hati ini begitu keras
Mengapa mata ini tak mampu mencucurkan air mata
Aku ini hanya hamba-MU, YA ALLAH
Diri ini milik-MU, YA ALLAH
Air mata, meneteslah
Air mata bercucurlah
Aku ingin kau menjadi saksi taubatku
Air mata meneteslah, basahilah kedua kelopak mata ini
Airmata bercucurlah, basahi kedua dingding pipiku ini
Saksikanlah, aku bersyukur atas segala nikmat dan karunia-NYA
Mata ini banyak memandang, hanya untuk kepuasan semu
Dan telinga ini sering dipakai, sekedar untuk menghibur diri
Lalu hati dan juga isi kepala, terlalu sering menentang kebenaran
Tidakkah kita tak menangis
Tidakkah kita tak mencucurkan air mata
Ternyata hidup ini terlalu banyak ber-ulah
Dari kenyataan hanya sebagai hamba Yang Maha Kuasa
Terlalu banyak untuk hari ini
Dan tak terhitung untuk minggu ini
Dan begitu tak terhingga untuk seumur hidup ini
Dosa dan dosa. Maksiat dan maksiat
Yang belum kita bersihkan
Yang belum sempat kita mohon ampunkan
Menangislah untuk penyesalan yang tak berniat terulang
Cucurkanlah airmata untuk taubat menuju kebahagian abadi
YA ALLAH, AMPUNILAH HAMBAMU INI
Ha…haaa…tertawa lepas menggelegar
Senyum kebahagian sering tercipta disudut bibir
Tiap pagi sarapan lalu terbang menggapai harapan
Makan siang semua restoran dijelajah sambil bersenda gurau
Makan malam sudah dipesan dari siang hari
Tidur nyenyak, mandi air hangat
Baju rapi, harum, dan gigipun gak pernah sakit gigi
Sepatu mengkilat, kendaraan ada dan ruang kerja sejuk ber-AC
Tiket pesawat menumpuk bekas tour dari Negara ke Negara, dari pulau ke pulau
Badan sehat, jantung sehat, ginjal normal, tekanan darah baik
Buang air kecil dan air besar lancar, nafaspun lega tidak sesak
Begitu nikmat hidup ini, sungguh indah hidup ini
Bersyukurlah, Menangislah untuk rasa syukur Kepada-Nya
Cucurkan airmata, tak ada detik yg terlewat tampa nikmat karunia-Nya
Ya ALLAH,
Tak mampu hamba-MU ini mensyukuri setiap nikmat yang KAU berikan
Tak mampu hamba-MU ini sujud syukur atas segala nikmat karunia-MU
Mengapa hati ini begitu keras
Mengapa mata ini tak mampu mencucurkan air mata
Aku ini hanya hamba-MU, YA ALLAH
Diri ini milik-MU, YA ALLAH
Air mata, meneteslah
Air mata bercucurlah
Aku ingin kau menjadi saksi taubatku
Air mata meneteslah, basahilah kedua kelopak mata ini
Airmata bercucurlah, basahi kedua dingding pipiku ini
Saksikanlah, aku bersyukur atas segala nikmat dan karunia-NYA
Aku Jatuh Cinta
Kau menemaniku
Saat aku hampir terlantar
Lalu
Aku jatuh cinta padamu
Saat hatiku hampir membeku
Kini hari-hariku hanya ingin untukmu
Kini detak jantungku ingin selalu bersamamu
Aku jatuh cinta padamu
Saat aku terjatuh
Aku jatuh cinta padamu
Saat aku kehilangan arah
Kini setiap langkahku kepersembahkan untukmu
Kini semangat hidupku tumbuh untuk cintamu
Terima kasih untuk segalanya
Saat aku hampir terlantar
Lalu
Aku jatuh cinta padamu
Saat hatiku hampir membeku
Kini hari-hariku hanya ingin untukmu
Kini detak jantungku ingin selalu bersamamu
Aku jatuh cinta padamu
Saat aku terjatuh
Aku jatuh cinta padamu
Saat aku kehilangan arah
Kini setiap langkahku kepersembahkan untukmu
Kini semangat hidupku tumbuh untuk cintamu
Terima kasih untuk segalanya
Cinta Itu Ada
Aku tergoda untuk mendekat
Lalu menyentuh jiwanya cinta
Dengan setengah napas keberanian
Dengan ragu yang tak dapat dipegang
Detak jantungku terlempar lalu memantul terdampar
Suara hatiku terbata-bata berbisik untuk jujur
Setiap langkahku hampir terbujur kaku
Tanganku merangkul rasa yang tak bertuan
Inikah cinta, yang membuat dunia tak bertepi
Inikah cinta, yang meluluhkan kerasnya karang
Lalu menyentuh jiwanya cinta
Dengan setengah napas keberanian
Dengan ragu yang tak dapat dipegang
Detak jantungku terlempar lalu memantul terdampar
Suara hatiku terbata-bata berbisik untuk jujur
Setiap langkahku hampir terbujur kaku
Tanganku merangkul rasa yang tak bertuan
Inikah cinta, yang membuat dunia tak bertepi
Inikah cinta, yang meluluhkan kerasnya karang
Subscribe to:
Posts (Atom)